Sejalan dengan fokus tujuan program kemaslahatan BPKH RI pada bidang sosial keagamaan, BPKH telah menyerahkan bantuan mobil operasional kepada NU CARE LAZISNU Cirebon. Secara seremonial, acara serah terima unit mobil operasional dilangsungkan secara daring dan offline dari Gedung PBNU Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait dari BPKH, NU CARE LAZISNU serta penerima manfaat.

Dari BPKH hadir Dr. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku Anggota Bidang Kesekretariatan dan Bidang Kemaslahatan dan Bapak Emir Rio Krishna dari Deputi bidang kemaslahatan. Bapak M Wahib MH selaku Ketua NU CARE LAZISNU hadir secara daring. Turut hadir memberikan sambutan mewakili NU CARE LAZISNU, Dr. KH. Mujib Qulyubi (Dewan Pengawas Syariah NU CARE LAZISNU) dan Dr Ing. Bina Suhendra selaku Dewan Pengawas NU CARE LAZISNU yang menyerahkan secara simbolis unit mobil operasional kepada Bapak Asep Saepulah, ketua NU CARE LAZISNU Kab. Cirebon.

Perwakilan NU CARE LAZISNU Kab. Cirebon selaku penerima manfaat juga turut hadir, yakni Agus Syahroni (Sekertaris NU CARE LAZISNU Kabupaten Cirebon) dan Mujahidin (selaku Bendahara NU CARE LAZISNU Kabupaten Cirebon).

Dalam sambutannya Mujib Qulyubi mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas kerjasama yang terjalin baik antara BPKH dan NU CARE LAZISNU dan evaluasi kerjasama akan terus berkembang. Kerjasama ini sejalan dengan visi NU yang tidak hanya memperhatikan amaliyah saja tapi juga kebutuhan sosial. Dan arah ke-NU-an tidak hanya pendidikan saja tapi juga dalam bidang sosial keagamaan. Dengan adanya bantuan mobil operasional ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan maslahah kepada PCNU Cirebon khususnya dan masyarakat sekitar secara umum.

Sementara itu anggota bidang kesekretariatan dan kemaslahatan BPKH Rahmat Hidayat mengatakan bahwa ini adalah program kesekian kalinya yang bermitra dengan NU CARE LAZISNU. Selama ini penyerahan bantuan BPKH memang dilakukan secara kemitraan salah satunya bermitra dengan NU CARE LAZISNU. Sedangkan tujuan pemberian bantuan ini adalah untuk meningkatkan kinerja lembaga agar semakin banyak umat yang dilayani.

Menurut Rahmat, BPKH mengelola dana haji dari dua sumber yaitu setoran awal dan Dana Abadi Umat (DAU). DAU inilah yang dioptimalisasi dan dikembangkan yang manfaatnya dikembalikan ke umat dalam bentuk program kemaslahatan khususnya sektor sosial keagamaan. Salah satunya dengan pengadaan mobil operasional ini.

Rahmat menyebut bahwa bantuan mobil operasional ini adalah bentuk ikhtiar bagaimana BPKH bisa hadir, berkolaborasi dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Dia meyakini bahwa semakin banyak menolong maka akan semakin banyak berkah yang didapatkan. Hal itu sejalan dengan sabda Rasulullah SAW “Allah akan senantiasa memberikan pertolongan sepanjang hamba tersebut memberikan pertolongan kepada sesama”

Asep Saifullah mewakili NU CARE LAZISNU Cirebon mengucapkan terima kasih atas bantuan mobil operasional dari BPKH yang bisa mempermudah kinerja lembaga. Pasalnya, Kabupaten Cirebon terdiri dari 40 kecamatan dan untuk menjangkau semua wilayah membutuhkan usaha yang luar biasa. NU CARE LAZISNU Cirebon membutuhkan kendaraan operasional untuk mendukung program-programnya seperti Koin NU dan distribusi hasil-hasil filantropi yang lain di 40 kecamatan tersebut. Diharapkan dengan bantuan mobil operasional ini bisa membantu mengatasi masalah yang selama ini dihadapi NU CARE LAZISNU Kab. Cirebon.

Acara serah terima ditutup do’a yang dilanjutkan dengan live report cek fisik kendaraan mobil operasional NU CARE LAZISNU Kabupaten Cirebon.