Menurut data satuan tim tugas penanganan COVID-19 Indonesia pada senin 20 September 2021 masih ada sekitar 1.932 orang dinyatakan positif, dengan total akumulatif sekitar 4.192.225 orang terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah tersebut ada sekitar 3.996.125 pasien sembuh, sementara kasus meninggal dunia mencapai 140.634 orang.

Sejalan dengan fokus tujuan program kemaslahatan BPKH RI pada pemberian akses layanan Kesehatan bagi umat, khususnya dalam menghadapi masa pandemi COVID-19, Pada akhir tahun 2020, BPKH menginisiasi program penanganan COVID-19 di pondok pesantren. Hal ini mengingat krusialnya Pondok Pesantren sebagai pusat pendidikan islam dengan santriwan/santriwati mukim serta basis kiai/ ulama nusantara yang berpotensi menjadi cluster penyebaran COVID-19. Oleh karena kegiatan pembelajaran di pondok pesantren tetap berjalan selama pandemi, BPKH bermaksud membuat ruang isolasi mandiri dan karantina yang berada di area pondok sebagai mitigasi pengurangan resiko COVID-19. Sebagai program inisiasi, BPKH berkoordinasi dengan Robithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Lembaga Nahdlatul Ulama yang menaungi pesantren di seluruh Indonesia untuk menunjuk 7 (tujuh) pondok pesantren di Jawa sebagai pilot program penanganan COVID-19 berupa pembuatan shelter ruang isolasi dan karantina.

Program yang berjalan kurang lebih enam bulan ini telah berakhir secara administratif, namun ruangan isolasi dan karantina masih dimanfaatkan di masing-masing pondok pesantren. Peresmian ruang isolasi dan karantina COVID-19 di 7 Pondok Pesantren sebagai penerima manfaat program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH RI) yang dilaksanakan oleh NU Care Lazisnu dilakukan secara daring melalui zoom meeting (24/9/2021). Sebelumnya dikarenakan kebijakan pembatasan kegiatan oleh pemerintah terkait COVID-19, masing-masing pesantren telah melakukan live tapping untuk peresmian. Secara seremonial acara peresmian daring ini dihadiri oleh sejumlah pejabat BPKH RI, Rahmat Hidayat, SE, MT (Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan); Emir Rio Krishna (Deputi bidang kemaslahatan); Agung Sri Hendarsa & Ibu Indriayu Afriana (Kadiv kemaslahatan). NU CARE LAZISNU selaku mitra kemaslahatan juga hadir secara daring diwakili langsung oleh Wahib MH, M.Si (Ketua PP NU Care – Lazisnu) dan Bapak Ahmad Basarah, M.H. Wakil Ketua MPR RI hadir selaku wakil ketua NU CARE LAZISNU.

Sedangkan pondok pesantren yang menerima manfaat program Kesehatan, yakni : Pondok pesantren Luhur Staqafah Jakarta Selatan, Ponpes Fauzan Garut Jawa Barat, Khas Kempek Cirebon Jawa Barat, Ponpes  Al Ihya Ulumuddin, Cilacap Jawa Tengah, Ponpes Maslakul Huda Pati Jawa Tengah, Ponpes Miftahul Huda Gading Malang dan Pondok pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri Jawa Timur.

Dalam sambutannya Ahmad Basarah mengatakan pemerintah kita telah bekerja keras, sehingga dalam beberapa minggu terakhir ini kita telah berhasil membuat COVID-19 di Indonesia turun, bahkan menurut John Hopkins University angkat pada minggu 19 September 2021 kemarin menyebutkan bahwa negara kita termasuk one of the best di dalam menangani COVID-19.

Namun keberhasilan itu tetap harus kita waspadai karena bisa saja terjadi pada gelombang – gelombang berikutnya, ujar dosen Universitas Islam Malang.

Bahkan ahli epidemologi Universitas griffith Australia mengatakan bahwa ancaman gelombang 3 COVID-19 di akhir Desember yang akan datang diprediksi juga akan kembali di berbagai dunia, termasuk kemungkinan itu terjadi di Indonesia, ujar basarah.

Menurut laporan badan amil zakat nasional hingga akhir Agustus 2021, sekitar 723 Kyai Indonesia meninggal dunia terinfeksi Virus COVID-19, padahal per 27 Desember 2020 data resmi Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama mencatat saat itu baru hanya 230 meninggal dunia akibat COVID-19, artinya peningkatannya di tahun 2021 ini hampir 200%.

Ketua PP NU Care LAZISNU, M Wahib MH menyampaikan bahwa peresmian ruang isolasi COVID-19 di 7 Pesantren, sebagai penerima manfaat program kemaslahatan BPKH dan NU Care – LAZISNU adalah bukti nyata dari implementasi misi BPKH dalam upaya menanggulangi COVID-19.

BPKH bersama Mitra kemaslahatan NU Care – LAZISNU melakukan kerjasama penyediaan ruang isolasi COVID-19 di 7 pondok pesantren. Program ini didukung sekaligus dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan haji.

Ayat 1 dan ayat 2 undang-undang ini dinyatakan bahwa dana haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan efisiensi penyelenggaraan Haji serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan kemaslahatan ummat.

Dengan kata lain pembiayaan fasilitas ruang isolasi di 7 Pesantren ini dibiayai oleh dana Haji, pendanaan ini harus diiyakan halalan toyiban yang dilakukan dengan cara yang benar, sebab undang-undang sudah menyatakan dan mengaturnya demikian, yakni untuk melaksanakan program kegiatan untuk kemaslahatan umat islam.

Memberi amanat kepada BPKH agar menggunakan keuangan haji untuk banyak sektor, antara lain kegiatan program kemaslahatan ummat islam. 7 program ini adalah tersedianya fasilitas yang layak untuk mendukung pelayanan Kesehatan, khususnya penanggulangan COVID-19 bagi Pesantren, dan juga santri di pondok pesantren yang tujuan keduanya adalah tersosialisasinya program Haji dalam membantu menyediakan fasilitas kesehatan dan penanggulangan COVID-19 di pondok pesantren.

RMI memawakili pondok pesantren sebagai penerima manfaat sangat bersyukur dengan hadirnya BPKH bersama-sama dengan NU Care LAZISNU yang telah memfasilitasi adanya ruang isolasi. Hal ini sangat membantu pondok pesantren dalam meningkatkan ruang isolasi menjadi semacam poskestren kedepannya dan kemudian menjadi klinik, sehingga ketersediaan akses Kesehatan bagi santri semakin nyata dan terjangkau, ujar Ketua RMI NU KH. Abdul Ghofar Rozin.

Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa tujuan utama dalam pengelolaan keuangan itu ada tiga, yang pertama adalah peningkatan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, peningkatan rasionalitas, dan efisiensi BPKH, dan juga untuk kemaslahatan umat Islam.

BPKH dalam pelaksanaan tugas dan wewenang berlandaskan pada prinsip prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel. Prinsip transparan sejalan dengan keterbukaan informasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Menurut Rahmat Hidayat NU Care LAZISNU merupakan mitra terbesar dalam menyerap program kemaslahatan. Untuk itu atas nama pimpinan BPKH Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada Nu Care – LAZISNU dan pondok pesantren karena bisa menjadi wasilah dalam program kemaslahatan.

BPKH juga membuka diri terhadap masyarakat untuk memperoleh informasi publik mengenai pengelolaan keuangan haji melalui website www.bpkh.go.id.

Acara ini turut dihadiri Abdul Ghofar Rozin (Ketua RMI NU), M.I. Sofwan Yahya (Kepala PP Luhur Al Tsaqafah), A. Aam Umar A’lam (Pengasuh Pondok Pesantren Fauzan), Muhammad Bin Ja’far (Pimpinan Pondok Pesantren KHAS Kempek), Abdul Ghofarrozin (Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati), Imdadurrohman Al Ubudi (Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin), Ahmad Arif Yahya (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading)

Dan Abdul Hannan Ma’shum (Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean)

Pemberitaan ini juga di liput pada media online:

  1. NU Online
  2. NUCare.id
  3. Buzzfeed.co.id
  4. Telegraf.co.id
  5. Suara-Pembaruan.com
  6. Indonesiantalk.com
  7. Observer
  8. Temposiana.com
  9. Koranprioritas.com
  10. AntaraNews.id
  11. Bulir.id
  12. Eksekutif.com
  13. PramborsNews.com
  14. Editor.id
  15. Swatt-Online.com
  16. MultiNewsMagazine.com
  17. Proklamator.id
  18. detik.com
  19. Tempo.co
  20. RM.id
  21. jpnn.com
  22. TribunNews.com
  23. Pontas.id
  24. SiapGrak.com
  25. Akurat.co
  26. GoNews.co
  27. Jurnas.com
  28. Uninus.ac.id