Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama dengan NU CARE-LAZISNU baru saja menyerahkan bantuan berupa perangkat laboratorium komputer dan multimedia juga peralatan menjahit kepada 3 Pondok Pesantren di Kabupaten Cianjur. Perangkat tersebut merupakan bantuan Program Kemaslahatan dalam bidang pendidikan dan dakwah.  Lembaga penerima manfaat yakni, Pondok Pesantren Binaumma Tebuireng 6 Cianjur , Yayasan Nurul Muwafik Pondok Pesantren Al Fadilah Cianjur dan Pondok Pesantren Daarul Fikri. Serah terima dilaksanakan secara virtual, pada Jum’at (12/11/2021).

Ketua PP NU CARE LAZISNU, Muhammad Wahib MH, M,Si dalam sambutannya mengucapakan terima kasih kepada BPKH RI, telah memberikan wasilah kepada NU CARE LAZISNU untuk melaksanakan kegiatan kemaslahatan ditahun 2020 dan 2021 ini.

“Terimakasih kepada BPKH RI dan DPR RI komisi VIII dengan wasilah tersebut pondok-pondok pesantren, yayasan yang selama ini belum tersentuh bantuan program apapun, ini bisa menikmati dan mudah-mudahan ini menjadi sebuah syukur kita kepada Allah yang senantiasa akan ditambah nikmat sehat, rizki dan yang lain,” ujarnya.

Beliau menambahkan jika selama proses pengadaan barang ada hal yang kurang mohon maaf, dikarenakan saat ini team kemaslahatan sedang mensinkronkan GCG Good Corporate Governance dengan MANTAP Modern akuntabel transparan amanah dan profesional.

“Mohon maaf jika dalam pelaksanaan kegiatan kemaslahatan banyak persoalan yang kurang dari kami, karena memang team kemaslahatan sedang mensinkronkan GCG Good Corporate Governance nya NU CARE LAZISNU dengan MANTAP yaitu, Modern, Akuntable, Transparan, Amanah dan Profesional yang selalu kami jaga,”tambahnya.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ibu Diah Pitaloka, bahwa bantuan yang diberikan BPKH RI dengan NU CARE LAZISNU kepada Yayasan dan Pondok Pesantren penerima manfaat, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

“Saya berterima kasih kepada BPKH dan NU CARE LAZISNU atas bantuan yang sudah di terima oleh pondok-pondok pesantren, bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan yang mereka belum bisa membelinya, sementara mereka membutuhkannya,” tutur Ibu Diah Pitaloka.

Dr. Rahmat Hidayat, SE, MT selaku anggota kesekretariatan badan dan kemaslahatan BPKH RI menyebut bahwa bantuan peralatan menjahit tersebut diberikankan dalam rangka mempersiapakan para santri menjadi tenaga-tenaga enterpreneurship dan juga dapat memberdayakan umat disekitar lingkungan pesantren.

Ia juga berpesan agar masyarakat turut berikhtiar untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan dilingkungan sekitar pondok pesantren. Karena kita memiliki kemampuan dan sprit dalam kewirausahaan.

“Apa yang dilakukan oleh BPKH bersama NU CARE LAZISNU adalah bagian dari ikhtiar menumbuhkan enterpreneur-enterpreneur dilingkungan pesantren dengan memberikan bantuan peralatan menjahit. Ini merupakan sesuatu yang amat mulia bagi kita semua,” imbuhnya.

Menurutnya, dana program kemaslahatan tidak diambil dari setoran awal jamaah haji, namun diambil dari manfaat dana abadi umat. Keuntungan dan hasil pengelolaan dari dana abadi umat. Maka, ia menegaskan bahwa dana haji dikelola secara aman dan dikembalikan kembali kepada umat.

Salah satu penerima manfaat adalah dari Yayasan Binaumma Pondok Pesantren Tebuireng 6 Cianjur, Jawa Barat, yang menerima bantuan berupa perangkat laboratorium dan multimedia lengkap dari BPKH RI  Dan NU CARE LAZISNU. Mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Tebuireng 6 Cianjur-Jawa Barat.

“Saya sebagai perwakilan dari Ketua Yayasan Binaumma Pondok Pesantren Tebuireng 6, Mengucapkan syukur alhamdulillah dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPKH dan NU CARE LAZISNU yang telah memberikan fasilitas multimedia kepada pondok pesantren kami, yang Alhamdulillah telah kami terima semua nya dengan lengkap,” Ujar perwakilan ketua Yayasan Binaumma Pondok Pesantren Tebuireng 6 Cianjur-Jawa Barat.

Menurut keterangan Ketua Yayasan Nurul Muwafik Pondok Pesantren Al Fadilah yang disampaikan melalui staff penanggung jawab kewirausahaan pondok pesantren, bantuan peralatan menjahit ini adalah sebuah kejutan bagi Pondok Pesantren, dikarenakan selama ini pihak pondok pesantren belum mampu membelinya karena harga yang cukup mahal.

“Saya berterima kasih kepada BPKH dan NU CARE LAZISNU yang telah memberikan bantuan peralatan menjahit kepada kami, semoga ini menjadi amal ibadah BPKH , NU CARE LAZISNU dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ibu Diah Pitaloka,” katanya

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pondok Pesantren Daarul Fikri yang diwakilkan salah satu staff pengurus pondok pesantren, mengucapkan terima kasih kepada BPKH dan NU CARE LAZISNU atas bantuan yang telah diberikan kepada Pondok Pesantren Daarul Fikri. Diharapkan bantuan berupa peralatan menjahit tersebut akan digunakan sebaik-baiknya dan di manfaatkan untuk para santri Pondok Pesantren Daarul Fikri.

“Terimakasih atas bantuan-bantuan yang telah diberikan kepada Pondok Pesantren kami, Insyaallah bantuan ini akan kami gunakan sebaik-baiknya dan manfaatkan bagi para santri di pondok pesantren kami, semoga apa yang diberikan kepada kami menjadi amal yang baik dan diberikan balasan yang berlipat ganda,” pungkasnya.